Selamat Hari Pahlawan...wahai para Kusuma Bangsa...
Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak menyia-nyiakan kemerdekaan bangsa ini dan mengisinya dengan segala sesuatu yang bermanfaat, dan bekerja dengan sungguh-sungguh demi kemajuan bangsa sesuai dengan bidang kita masing-masing...
mungkin ini salah satu cara untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini...
Sekedar renungan...
Ini dia para pemuda di 68 tahun yang lalu telah berhasil merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah yang rela berkorban jiwa dan raganya. Dan sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing-masing apa yang sudah kita perbuat untuk bangsa ini ? dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai generasi penerus bangsa ?
KARAWANG - BEKASI
( Puisi Karya Chairil Anwar, sebagai renungan kita semua di Hari Pahlawan ini )
Ini dia para pemuda di 68 tahun yang lalu telah berhasil merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah yang rela berkorban jiwa dan raganya. Dan sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing-masing apa yang sudah kita perbuat untuk bangsa ini ? dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai generasi penerus bangsa ?
KARAWANG - BEKASI
( Puisi Karya Chairil Anwar, sebagai renungan kita semua di Hari Pahlawan ini )
KARAWANG - BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Karawang – Bekasi...
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi...
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami...
Terbayang kami maju dan berdegap hati...?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak...
Kami mati muda. Yang tinggal tulang yang diliputi debu...
Kenang, kenanglah kami...
Kami sudah coba apa yang kami bisa...
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa...
Kami sudah beri kami punya jiwa...
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa...
Kami cuma tulang-tulang berserakan...
Tapi adalah kepunyaanmu...
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan...
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan...
Atau tidak untuk apa-apa...
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata...
Kami bicara padamu dalam hening dimalam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak...
Kenang-kenanglah kami...
Menjaga Bung Karno...
Menjaga Bung Hatta...
Menjaga Bung Syahrir...
Kami sekarang mayat...
Berilah kami arti...
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian...
Kenang-kenanglah kami...
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu...
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi...
Comments
Post a Comment